SHALAT MEMBAWA KEBAHAGIAAN
PENDALAMAN TERAPI SHALAT BAHAGIA
Oleh:Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Trainer “Pendalaman Terapi Shalat Bahagia”
Islam adalah agama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. Dalam sebuah agama, konsepsi-konsepsi manusia tentang realitas tidak didasarkan pada pengetahuan, akan tetapi pada sebuah keyakinan pada penguasa (Tuhan) yang sangat beragam antara agama satu dengan agama lain. Penguasa yang dimaksud di dalam Islam adalah Allah.Islam adalah agama rahmatan lil’alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta ini.Dalam islam kita diperkenalkan adanya sebuah kepercayaan, kewajiban, larangan, serta berbagai pelajaran yang dapat kita tuangkan dalam kehidupan ini.Bayangkan jika manusia memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam, maka akan sungguh indah dan damainya dunia ini.
Alquran merupkan Kitab Suci Umat Islam,Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup untuk Umat Muslim.Alquran juga lautan ilmu yang sangat luas dan dalam.semakin memperdalam Alquran,semakin banyak rahasia kehidupan yang ditemukan,khususnya bagi umat muslim untuk memperdalam pengetahuannya tentang Alquran. Sebagai umat islam,Alquran harus dimuliakan sebagai hukum dan amanat.penghormatan ini diwujudkan dalam etika terhadap Alquran,mencakup etika membaca,menulis,belajar mengajar,serta membawa mushaf Alquran.Cara mempelajari Al-Qur’an adalah dengan menghafalkan ayat demi ayat.menghafal sedikit demi sedikit.membaca secara khusyu’ serta memperhatikan bacaan tajwidnya.Tajwid sebagai suatu disiplin ilmu mempunyai kaidah-kaidah tertentu yang harus di pedomani dalam pengucapan huruf-huruf dari makhrajnya disamping harus itu pula ia harus memperhatikan. Sebagai Umat Islam,seharusnya kita mengamalkan Alquran dengan adab yang sesuai dengan nabi muhammad dan para ulama membaca,mengajar dan mengamalkan Alquran merupakan sebuah keharusan untuk umat muslim agar manusia menjadi seseorang yang taat pada Allah SWT.
Kitab suci al-Qur’an adalah bacaan suci bagi umat Islam yang menganut madzhab atau aliran apapun. Pada tingkat ini agama sebagai bacaan suci berlaku secara seragam bagi umat penganutnya di seluruh penjuru dunia, tetapi pada waktu itu agama itu harus menjadi operasional dalam kehidupan manusia, bacaan suci tersebut tidak dapat begitu saja digunakan dalam kehidupan nyata. Untuk dapat operasional maka ajaran dalam bacaan suci tersebut harus diinterpretasikan makna-maknanya dan dipahami oleh para pemeluknya, untuk kemudian dijadikan pedoman dalam kehidupannya dan dalam menghadapi lingkungan tempatnya hidup.
Didalam Islam shalat merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakn oleh umat islam.Menunaikan sholat adalah satu bentuk keimanan yang ditunjukan seorang muslim kepada sang penciptanya. Meninggalkannya jelas merupakan kerugian besar, karena hal tersebut merupakan rukun islam yang tak lain adalah dasar keimanan. Perintah melaksanakan shalat secara langsung diperintahkan Allah SWT. Kepada Rasulullah SAW saat perjalanan isra’ mi’raj. Hal tersebut juga sudah tertuang dalam kitab suci Al-qur’an. Kita semua diperintahkan untuk mengajarkan shalat namun bukan hanya sekedar melaksnakan shalat, akan tetapi Iqamu Ash-Shalat (mendirikan shalat), karena ayat-ayat perintah shalat rata-rata memerintahkan untuk Iqamu Ash-Shalat. Seperti contoh ayat berikut ini.
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'”(QS.al-Baqarah:43).Menurut Ibnu Abbas: “Iqamu Ash-Shalat itu menyempurnakan rukuk, sujud, tilawah, kekhusu’an dan tetap dalam keadaan seperti itu.”Adapun menurut Dhohak: “Iqamu ash-shalat itu menjaga waktu-waktu shalat, wudlu, rukuk, dan sujudnya.” Adapun menurut Asy-Syaukany Iqamu Ash-Shalat itu bermakna alMuwadawamah (berkesinambungan) melaksanakan shalat. Mungkin, itulah sebabnya mengapa Allah menyatakan,
فوَيْلُ لِّلمُصَلِّيْنَ
“Celaka orang-orang yang shalat.”(QS. Al-Ma’un: 4).Perlu kita cermati bahwa yang akan celaka pada ayat ini yaitu orang-orang yang hanya sekedar melakukan shalat tanpa Iqamu ash-shalat. Hal in diperjelas pada ayat selanjutnya yang berbunyi:
فوَيْلُ لِّلْمُصَلِّيْنَ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ
“Yaitu orang-orang saahun (yang lalai) dari shalatnya, mereka pun berbuat riya (dalam melakukannya).”(QS.al-Ma’un:5-6).Ayat diatas menjelaskan bahwa kata saahuun pada ayat tersebut bisa bermakna lali ketika seseorang sedang melaksanakan shalatnya tetapi pikiran dan hatinya tidak khusyu’.Penjelasan di atas menjelaskan bahwa shalat itu sanagtlah penting.melaksanakn shalat tidaklah cukup apabila hanya melaksanaknnya saja tetapi kita tidak mengamalkannya.Shalat juga bisa disebut dengan berdoa yakni memohon ampunan serta mengucap syukur kepada sang pencipta karena telah diberi keshatan sehingga kita bisa beribadah kepadanya.dan shalat juga mempunyai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh kita.
Tetapi sayang sekali selama ini banyak orang-orang yang melalaikan shalat dan mereka lupa dengan sang pencipta yang bisa memberikan yang mereka butuhkan hingga mereka semua bisa seperti ini pada saat ini.gerakan-gerakan shalat yang mempunyai renungan juga manfaat kesehatan untuk tubuh kita yakni ada 6:(Takbiratul ikhram, rukuk, I’tidal, Sujud, Duduk diantara dua sujud, Tasyahud).gerakan gerakan tersebut memiliki manfaat kesehatan yang sangat luar biasa.hanya saja banyak manusia yang tidak memahaminya.bahkan seringkali meremehkannya.
Gerakan tersebut bisa juga di sebut dengan pendalaman terapi shalat bahagia.yakni metode-metode ini mudah dan sangat bermanfaat bagi kita semua.dimana renungan-renungan ini dapat mengingat segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita.yang mana tidak mengesampingkan starat-syarat sah, rukun-rukun shalat, syarat wajib shalat,sebab kualitas shalat juga sangat dipengaruhi oleh hal tersebut.Kemudian didalam shalat juga mengutamakan khusyu’ sekaligus tumakninah.Shalat bahagia juga dapat diartikan sebagai usaha seorang hamba untuk mendekatkan diri serta mengingat Allah SWT.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jumlah orang yang kurang bahagia tidak berkurang sekali pun kesjahteraan dan lahiriah meningkat.Dalam hal ini beliau Muhammad Ali Aziz menamai kriteria-kriteria sebuah kebahagiaan dengan menggunakan shalat sebagai metode prasarana untuk mencapai kebahagiaan tersebut.Dengan pembiasaan shalat secara tumakninah : tenang, sabar dan tidak tergesa-gesa, seseorang yang shalat bisa khusyu’ untuk mengahdapi lika-liku kehidupan dengan tumakninah juga.Muslim yang benar ialah Muslim yang periang, karena dia hidup dengan qanaah (menerima yang ada), tidak tersiksa oleh keinginan-keinginan mereka.Terapi Shalat Bahagia adalah metode seseorang untuk mencapai sebuah kebahagiaan melalu shalat.Didalam Terapi shalat bahagia ini ada beberapa doa dan renungan dalam gerakan shalat .ada 6 gerakan yang harus dilakukan dengan khusyu’ dan tenang serta penuh penghayatan (Tawakkal, Tumakninah dan Qana’ah). Penghayat dilakukan dengan diam dan dilakukan sebeleum serta sesudah membaca doa-doa untuk merenungi tiap-tiap gerakannya. Selama ini shalat yang dilakukan lima kali sehari oleh umat Islam, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi yang melakukan shalat tersebut. Gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang hanya sedikit dari umat Islam yang memahaminya.bahkan sering kali menganggapnya hal kecil atau meremehkannya.
Berikut ini adalah poin-poin penghayatan dan renungan pada setiap gerakan shalat bahagia:
1.Takbiratul ikhram (berdiri)
Gerakan Takbiratul Ikhram yakni memiliki kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman). Membaca al-fatihah dabn beberapa ayat dari al-Qur’an.setelah membaca beberapa ayat tersebut diakhiri dengan bacaan amin bertujuan untuk memohon agar doa-doanya tersebut dikabulkan oleh Allah SWT.
Posisi: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
2.Rukuk
Gerakan Rukuk yakni memiliki kata kunci TURUT (Tunduk, Menurut).
Posisi: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot – otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
3.I’tidal
Gerakan I’tidal yakni memuliki kata kunci HADIR (Hak pujian, Takdir).
Posisi: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
4.Sujud
Gerakan Sujud yakni memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga).
Posisi: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisamengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa – gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
5.Duduk diantara dua sujud
Gerakan Duduk diantara dua sujud yakni memiliki kata kunci (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman).
Posisi: Duduk dengan otot-otot pangkal paha.Dalam sikap duduk ini, salah satu saraf pangkal paha yang besar berada di atas kedua tumit kaki.
Manfaat: Tumit dilapisi oleh sebuah otot yang berfungsi sebagai bantal. Dengan demikian, tumit menekan otot-otot pangkal paha serta saraf pangkal paha yang besar itu, sehingga saraf pangkal paha itu terpijit. Pijitan tersebut dapat menghindarkan dari penyakit saraf pangkal paha yang menyebabkan rasa sakit, nyeri, sehingga tidak dapat berjalan.
6.Tasyahud
Gerakan Tasyahud yakni memiliki kata kunci SOSIAL (Sholawat, Persaksian dan Tawakkal).
Posisi:posisi duduk ini disebut “tasyahud” karena di dalamnya ada bacaan “syahadat”, sebuah ikrar keimanan, “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”.
Tujuan:Hal tersebut menjelaskan bahwa kita harus menerima apapun takdir Allah dengan ikhlas,Ridla dan senang hati, serta bertawakal kepada Allah. Dengan metode-metode dan penerapan inilah shalat bahagia itu digunakan untuk mecapai sebuah kebahagiaan dengan tanpa mengurangi nilai-nilai penting dan kesakralan sebuah ibadah sholat.